Minggu, 17 Februari 2013

BANTIMURUNG Akan Dilengkapi Kereta dan Jembatan Gantung

TWN Bantimurung, Maros. (Foto : La Midung)
La Midung - Kawasan wisata alam Bantimurung di Maros, Sulawesi Selatan akan memiliki kereta gantung di atas gunung karts yang menghubungkan kawasan Bantimurung dengan Leang-leang dan hutan Karaenta.
Sehingga kelak ketiga wilayah tujuan wisata ini dapat dikunjungi dalam waktu singkat melalui udara. Bupati Maros HM Hatta Rahman mengemukakan hal itu ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/2/2013).


“Izin pemanfaatan kawasan hutan lindung dan taman nasional Bantimurung sudah terbit dari Kementerian Kehutanan. Sekarang kita sudah bisa memulai pembangunan kereta gantung,” ungkapnya.


Ditambahkan, kawasan hutan lindung Bantimurung dan Bulusaraung tidak bisa dimanfaatkan tanpa ada izin dari Menteri Kehutanan. Sekarang izin penggunaan kawasan itu sudah terbit. Rute yang menghubungkan Bantimurung, Leang-leang, dan Karaenga ini menempuh jarak sekitar 1 kilometer.


Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai 50 miliar. Saat ini Pemerintah Kabupaten Maros sedang menyusun konsep pembangunan kereta ini dan fokus mengembangkan wisata karts di Maros untuk menjadikan Maros sebagai andalan wisata di Indonesia.


HM Hatta Rahman optimistis kereta gantung ini dapat selesai dalam waktu yang singkat. Pemkab Maros juga menjajaki pembangunan jembatan layang di karts kawasan Bantimurung dan hutan lindung Karaenta yang terkenal dengan keanekaragaman satwa itu. Jembatan ini mengadopsi Jembatan Langkawi di Gunung Mat Cincang, Langkawi, Malaysia. (maroskab.go.id)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Seo Blogger Templates